Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi, Akses, Aktivitas, Harga Tiket

Museum Gunung Merapi terletak di desa Banteng, di desa Harjobinangun, sekitar lima kilometer dari objek wisata Kaliurang, tepatnya di lereng selatan Gunung Merapi. Museum ini terletak di area seluas 3,4 hektar dan dibuka pada Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bpk. Purnomo Yusgiantoro.

Museum ini adalah bangunan berbentuk trapesium dengan salah satu bagian kerucutnya membentuk segitiga. Luas pembangunan museum ini mencapai 4.470 meter persegi yang terdiri dari bangunan dua lantai. Lokasinya yang berada di ketinggian membuat suhu udara di sekitar museum menjadi dingin. Jika cuacanya bagus, maka kita bisa melihat Gunung Merapi bangga di belakang bangunan museum. Ini membuat pemandangan di luar museum terlihat lebih indah.

Museum ini memiliki moto, Merapi Jendela Bumi. Museum ini diharapkan menjadi sarana pendidikan dan penyebaran informasi tentang gunung berapi. Dengan menyebarluaskan informasi tentang gunung berapi, Anda dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan publik terhadap gerakan vulkanik. Banyak Paket Wisata Jogja lainnya yang dapat dilihat di laman tripjogja.co.id.

Akses ke Museum Gunung Merapi

Akses ke Museum Gunung Merapi cukup mudah. Lokasi museum ini hanya berjarak satu jam perjalanan dari kota Jogjakarta dan sekitar lima kilometer dari tempat wisata Kaliurang. Untuk sampai ke museum ini Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus. Aksesnya yang mudah menjadikan museum ini salah satu tujuan wisata utama.

Harga tiket untuk Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi buka setiap hari dari pkl. 08.00 – 15.30 WIB, khususnya pada hari Jumat, museum tutup lebih awal, yaitu pada jam 9 pagi. 14:30 WIB. Untuk harga tiket masuk, Museum Gunung Merapi cukup murah hanya dengan Rp. 5.000 saja. Sementara itu, jika Anda ingin menonton film tentang Gunung Merapi di ruang audiovisual, Anda hanya perlu membayar Rp. 5.000 lebih. Dengan area parkir yang luas dan nyaman, memudahkan wisatawan untuk berkunjung.

Harga tiket cukup murah untuk pengalaman dan pengetahuan yang kami terima selama atraksi ini. Dengan uang sepuluh ribu rupee, kita bisa mengenal gunung berapi dengan lebih baik, baik gunung berapi pada umumnya dan Gunung Merapi pada khususnya.

Kegiatan itu bisa dilakukan di Museum Gunung Merapi

Berbagai kegiatan dapat dilakukan di Museum Gunung Merapi. Saat memasuki pintu utama museum ini, kami disuguhi replika distribusi awan panas Gunung Merapi selama tiga letusan, yaitu, pada tahun 1969, 1994 dan 2006. Jika Anda menekan salah satu alat, seluruh ruangan akan mendengar mengaum dan Anda dapat melihat aliran lahar dan awan panas persis seperti kejadian aslinya pada saat itu. Seluruh area di sekitar lereng Merapi rata dalam lava panas hanya dalam beberapa detik. Tidak ada yang bisa menghindarinya. Melihat itu, kita juga bisa merasakan apa yang terjadi ketika Gunung Merapi meletus.

Di ruangan lain di lantai pertama museum ini, kita juga dapat melihat dokumentasi foto di Museum Gunung Merapi dari tahun 1930 hingga sekarang. Berbagai jenis barang yang tersisa dari letusan Gunung Merapi pada tahun 2006 juga ditampilkan. Setelah puas berjalan di lantai pertama, ada baiknya Anda langsung menuju ke lantai dua untuk mencoba berbagai aksesori yang disediakan. Mulai dari layar simulasi gempa bumi hingga layar simulasi tsunami. Selain itu, di lantai dua juga terdapat ruang pengamatan simulasi LCD dan erupsi dan letusan Gunung Merapi. Hal terakhir yang harus Anda kunjungi adalah teater mini museum ini. Sambil beristirahat setelah berkeliling museum, Anda dapat menikmati film berjudul GM Merapi yang berlangsung selama 24 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *