Destinasi Wisata Tana Toraja

Sohor dengan alam serta budayanya yang menawan. Rumah untuk Suku Toraja yang masih melindungi tradisi leluhur berumur ratusan tahun yang berakar dari budaya Austronesia.

Kabupaten Tana Toraja merupakan kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan bunda kota kabupaten bernama Makale. Tana Toraja ialah suatu wilayah di Sulawesi Selatan yang telah terkenal namanya dengan keelokan panorama alam yang luar biasa serta kaya hendak tradisi budaya yang populer sampai manca negeri. Topografinya yang sebagian besar relatif bergelombang serta berbukit, jadi energi tarik utama Tana Toraja.

Secara geografis, Kabupaten Tana Toraja terletak di bagian Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas daerah tercatat 1. 990, 22 kilometer persegi( BPS 2017) serta jumlah penduduk dekat 283. 214 jiwa( DKCS 2017). Kabupaten Tana Toraja berbatasan dengan Kab. Toraja Utara di sebelah utara, Kabupaten Mamasa Prov. Sulawesi Barat di sebelah barat serta Kabupaten Enrekang di selatan, dan Pinrang serta Kabupaten Luwu.

Budaya Austronesia Suku Toraja

Buat mengarah Tana Toraja dari Kota Makassar bisa di tempuh dengan jalan Darat ataupun jalan Hawa. Jalan darat biasanya bisa memakan waktu dekat 8– 9 jam ekspedisi memakai bis ataupun mobil individu. Sebaliknya jalan hawa cuma memakan waktu 45 menit.

Suku Toraja yang mendiami wilayah pegunungan di kawasan ini masih mempertahankan style hidup yang khas serta masih menampilkan style hidup Austronesia yang asli serta mirip dengan budaya Nias. Wilayah ini ialah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan. Mayoritas warga Toraja hidup bagaikan petani. Komoditi andalan dari wilayah Toraja merupakan sayur- mayur, kopi, cengkeh, cokelat serta vanili. Kebanyakan penduduknya menganut agama Kristen Protestan sebanyak 72. 54%, setelah itu Katolik 17. 57%, Islam 8. 43%, Hindu 1. 07%, serta Buddha 0. 39%.

Kala Sobat Pesona mendatangi dataran besar Tana Toraja, bersiaplah terpesona keelokan alamnya yang luar biasa. Di dikala yang sama terdapat energi tarik dari masyarakatnya sudah mempertahankan keyakinan serta tradisi mereka dalam siklus kehidupan yang kekal serta kematian di Bumi, salah satunya merupakan acara perkawinan Rambu Tuka serta pula upacara kematian Rambu Solo.

Buat melindungi kekuatan tanah serta rakyatnya, warga Toraja yakin kalau tanah ini wajib dipertahankan lewat ritual buat memperingati mereka hidup serta yang sudah mati, menempel dikala masa tanam. Di Toraja kehidupan secara ketat dipisahkan dari upacara kematian.

Toraja populer dengan upacara kematian yang bisa berlangsung sepanjang berhari- hari mengaitkan segala penduduk desa. Tidak cuma pada dikala berkabung namun pula buat kegiatan hiburan serta persaudaraan komunitas yang terdapat.

Upacara kematian, diadakan sehabis masa panen berakhir. Umumnya antara bulan Juli serta September. Sedangkan upacara kehidupan diselenggarakan dikala masa tanam di bulan Oktober. Dikala itu penguburan tidak dicoba dengan lekas namun ditunda sepanjang sebagian bulan apalagi kadangkala bertahun- tahun, ditaruh di rumah spesial sampai waktu yang pas serta tersedianya dana.

Destinasi Wisata

Terdapat banyak objek wisata di Tana Toraja yang dapat Sobat Pesona kunjungi, antara lain Tradisi Ma’ nene, tradisi khas Tana Toraja yang pula sudah dijadikan wisata terkenal yang berlokasi di Baruppu, di Toraja Utara. Tradisi ini merupakan tradisi mensterilkan serta mengubah pakaian mayat leluhur Toraja. Tidak hanya itu, terdapat pula tradisi Upacara Rambu Solo, Kete Kesu dengan rumah Tongkonan Toraja, serta lingkungan kuburan Toraja, Londa yang terletak di suatu tebing batu Toraja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *